Monthly Archives: September 2011

Cara untuk tetap tampak muda dan tersenyum bahagia

1. Buang jauh dari pikiran kamu tentang hal2 yg tdk terlalu penting (umur, beratbadan, tinggi badan,dll). Biarkan dokter yg mengkhawatirkan hal2 tsb,krn itulah alasan kita membayar mereka.

2. Bertemanlah dgn org2 yg membuatmu ceria,krn org yg terlalu banyak berkeluh kesah dan sukar menikmati hidup akan memberikan dampak negatif padamu.

3. Jgn pernah berhenti utk belajar.Pelajari lebih banyak tentang komputer, berkebun, kerajinan tangan,perdalam hobby ataupun hal2 lainnya. Jgn biarkan otak kamu istirahat terlalu lama,krn setan akan mengambil alihnya dan setan itu dikenal dgn nama ALZHEIMER..!!

4. Nikmati hal2 sekecil apapun.

5. Sering2la tertawa,bahkan sekeras yg kamu mau. Tertawalah smpai kamu merasa sprti kehabisan nafas.Dan jika kamu mempunya teman yg bs melakukan itu, banyak2lah menghabiskan waktu dgnnya.

6. Jika kamu bersedih, menangislah. Airmata memang diperlukan dlm hidup ini. Namun,bangkitlah segera. Saat kehilangan seseorang, ktika menghadapi masa sulit, ataupun masalah percintaan,dll. Krn sesungguhnya satu2nya org yg akan selalu bersama kita,hanya diri kita sndiri.Yg lain,hanya titipan-Nya.

7. Kelilingi dirimu dgn hal2 yg kamu sayangi. Mgkn keluarga,binatang peliharaan, musik,hobby,kekasih dll. Rumahmu adalah tempat dimana kamu berlindung.

8. Jagalah kesehatanmu.Jika saat ini dlm keadaan baik,pertahankan itu.Jika saat ini dlm keadaan tdk stabil, periksakanlah segera.

9. Jangan katakan sesuatu yg bs membuat org lain tersudutkan,merasa bersalah dan tdk nyaman.

10. Sampaikan pd org yg bahwa kamu peduli kpd mereka. Sampaikan pd setiap kesempatan yg kamu bisa

Advertisements

Obat awet muda

Selama 5 menit MARAH, imun sistem tubuh kita depressi 6 jam.

Dendam, menyimpan kepahitan, imun tubuh kita mati. Disitulah bermula awal segala penyakit. STRESS, Kolesterol tinggi, pemicu Darah Tinggi, Jantung, rhematik, arthritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah).

Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.

Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.

Jika MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).

Jika sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.

Jika sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah trkena penyakit GINJAL.

Jika suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

Jika kita mudah EMOSI dan cendrung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.

Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.

Jika sering MENGANGGAP SEPELE smua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.

Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang).

Jika sering BERSEDIH dan merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).

Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi,karena dg bersyukur, maka “hati” ini menjadi BERGEMBIRA dan menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh utk mengusir segala penyakit-penyakit tersebut diatas.

Sumber: Buku “The Healing and Discovering the Power of the Water” by Dr. Masaru jepang.

“Repetition is a mother of learning”


Prinsip sang Gembala

Semua pemimpin pasti memiliki kerinduan untuk dapat menciptakan satu tim kerja yang kompak, loyal, dan produktif. Dr. Jack Neumann telah mempelajari dan mempraktekkan dengan berhasil manajemen kepemimpinan yang ia sebut sebagai “Prinsip sang Gembala”, yang merupakan prinsip-prinsip dasar kepemimpinan yang didasarkan pada Alkitab, tepat seperti yang digambarkan dalam kitab Mazmur 23.

Berikut adalah 7 “Prinsip sang Gembala”, untuk memimpin orang-orang menjadi produktif, setia, dan berdedikasi tinggi..

Pertama, gembala yang baik akan selalu mengenal, memeriksa, dan mau terlibat dalam keadaan dombanya. Dengan demikian, domba-dombanya mengenal sang gembala. Kenalilah orang-orang yang kita pimpin, apa impian, cita-cita, kesukaan, dan yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu. Orang yang ada di bawah kita bukan hanya sekadar pegawai, mereka adalah individu yang perlu mendapat perhatian (Ibrani 10:24).

Kedua, temukan “SHAPE” dombamu. Strength: kemampuan yang sesuai dengan tugas yang diberikan. Heart: memiliki hati untuk tugas dan bertanggung jawab pada Tuhan melalui pekerjaan. Attitude: memiliki sikap mau diajar, mudah bekerja dalam tim, dan bersungguh hati dalam banyak hal. Personality: posisi yang tepat sesuai dengan kepribadian. Experiences: pengalaman yang sesuai dalam penempatan posisi yang tepat.

Ketiga, tandai dombamu. Ada saatnya pemimpin akan mengevaluasi bawahan, mendisiplinkan, menegur, atau bahkan mengeluarkan mereka. Pemimpin yang baik harus berani melakukannya karena ia mengasihi dan menginginkan agar mereka dapat menjadi lebih baik. Proses “menandai” dapat juga dilakukan dengan cara mengkomunikasikan visi secara terus-menerus kepada para bawahannya.

Keempat, pemimpin yang baik harus menciptakan rasa aman bagi para bawahan di tempat mereka bekerja, dan itu didapat ketika mereka: merasa aman bekerja, mendapat upah cukup sesuai dengan kinerja dan keuntungan yang diperoleh perusahaan (Yeremia 22:13, Imamat 19:13), mendapat informasi jelas mengenai berbagai hal menyangkut perusahaan, merasa bahwa posisi mereka berarti dan penting, serta kehadiran pemimpin yang membuat para bawahan merasa termotivasi.

Kelima, tongkat gembala. Empat fungsi tongkat gembala adalah: mengarahkan domba ke arah yang benar dan sama, menetapkan batas, membantu gembala menolong domba yang terpisah (ditarik menggunakan ujung tongkat yang berkait melengkung), dan memberi semangat pada domba (memisahkan beberapa domba dan menarik ke dekatnya). Tongkat menjadi lambang bahwa gembala memperhatikan domba-dombanya.

Keenam, gada teguran. Tiga fungsi gada adalah: melindungi domba dari predator (tidak melempar kesalahan untuk membela nama baik sendiri), melindungi domba dari bahaya (memberi teguran atau disiplin ketika bawahan melakukan kesalahan), dan sebagai alat pemeriksa (gembala menghitung jumlah dombanya dengan menggunakan gada, digunakan untuk menyisir bulu, dan membersihkan kutu pada badan dombanya).

Ketujuh, untuk menjadi pemimpin yang berhasil, Anda harus memiliki hati gembala yang siap mencari orang-orang yang ke “luar batas”, dan akan menjadi lelah secara emosi karena harus “menggunakan tongkat atau gada” yang terkadang dapat “melukai” bawahan. Anda harus menginvestasikan tenaga, pikiran, uang, dan mungkin juga harus mengambil keputusan yang sulit demi kebaikan dan kemajuan bersama.

Pemimpin yang memiliki hati gembala bukanlah pemimpin yang menuntut untuk dilayani orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang memimpin dengan setengah hati akan mendapat pengikut dengan setengah hati. Jika seorang pemimpin menginvestasikan seluruh hidupnya bagi orang-orang yang dipimpinnya (dan mempunyai hati untuk mereka), maka mereka pun akan mengikutinya dengan sepenuh hati.

“Akulah gembala yang baik, gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” (Yoh 10:11).

Disadur ulang dari: “The Way Of The Sheperd“
Penulis: Dr. Kevin Leman dan William Pentak
Penerbit: PT. Visi Anugerah Indonesia

From: Ricky ‘Sityb’