Rahasia Keberhasilan Michael Jordan

Pemimpin yang baik, bukan hanya layak untuk diikuti orang lain, pemimpin yang baik harus menciptakan banyak pemimpin baru

Pemimpin itu diciptakan, bukan dilahirkan. Pemimpin diciptakan melalui kerja keras, suatu harga yang harus dibayar oleh setiap orang untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. (Vince Lombardi)

Figur seorang pemimpin di dalam pentas NBA, tetap diperlukan dari seorang bintang. Ini nampaknya yang dirasakan usai MJ mengundurkan diri. NBA mengalami sendiri bagaimana kepemimpinan ini mempengaruhi aktivitas di NBA. Saat itu liga NBA terseok-seok, penjualan tiket dan rating televisi menurun, sinar para pemain bintang memudar. Sehingga popularitas NBA turun drastis. Memang ada beberapa bintang besar yang masih perkasa di NBA. Namun harus diakui oleh semua pihak, ternyata Michael Jordan lah pemimpin di NBA.

MJ-lah yang ada di iklan-iklan, MJ-lah yang melakukan promosi, MJ-lah yang terpampang di sampul majalah. Berkat MJ, seragam tim, topi, tiket terjual laris, dan rating televisi pun naik. MJ tidak hanya menyebabkan lakuknya tiket di Chicago, tetapi juga di New York, Cleveland, Milwaukee, dan Los Angeles.

MJ memiliki kemampuan istimewa untuk memimpin team dan NBA. Dan MJ sadar akan beban yang berada di pundaknya di percaya banyak pihak menjadi pemimpin di NBA. Anda yang gemar nonton basket, pasti setuju bahwa pengaruh MJ di NBA begitu besarnya. Tentunya posisi MJ sangat sulit digantikan, namun MJ sadar bagaimana menyiapkan dirinya menghadapi semua itu.

Visi memang tidak mudah untuk dijelaskan.
Berikut mari kita belajar pada Arthur Schlesinger, seorang ahli sejarah berpendapat tentan visi:
”Pemimpin besar adalah orang yang memilikis visi. Dia memiliki insting untuk melihat ke masa depan… kemampuan untuk memberi arah… dalam mencari tempat tujuan bersama. Untuk meyakinkan, dia memenangi hati semua pengikutnya.”

Dan benarnya itulah yang dialami dan dilakukan oleh MJ. MJ memenangi hati setiap orang
Dia berkata, “Saya adalah yang terbaik di NBA.” Dan dia membuktikan dia yang terbaik. MJ memenangi hati para rekan setimnya, pelatihnya dan Chicago Bulls. MJ memenangi hati para penggemarnya, sponsornya. Singkat kata MJ memenangi hati semua orang yang mencintai NBA.

Siapa Pengganti Michael Jordan?
Selepas era Michael Jordan, praktis NBA mengalami kekosongan kepemimpinan di lapangan. Untuk mengembalikan kejayaan NBA, Sang Komisioner David Stern berusaha menemukan seorang ikon NBA yang baru. Prestasi dan kepemimpinan MJ telah menginspirasi para pemain NBA untuk mengikuti jejak MJ. Dan kini telah lahir Jordan-jordan baru. Sebut saja Kobe Bryant, LeBron James, Carmelo Anthony, ataupun Dwayne Wade jadi model The New Jordan. Setelah era Jordan berakhir, Bryant disebut-sebut sebagai The Real New Jordan. Kebetulan Bryant muncul beberapa musim setelah era Jordan berakhir. Apalagi, Bryant pun ditangani Phil Jackson yang sukses besar bersama Bulls dan Jordan dengan enam trofi juara NBA. Pun karena Bryant punya tandem maut, Shaquille O’Neal. Kolaborasi mereka menghadirkan tiga trofi juara NBA 2000-2002 bersama Lakers.

Harapan penggemar Michael Jordan kembali bersemi menyambut musim NBA 2003-2004. Tak lain karena kehadiran Draf teratas LeBron James, serta Carmelo Anthony (3rd). LeBron yang diambil Cleveland Cavaliers pun identik dengan Bryant karena masuk ke NBA lewat jalur khusus, langsung dari high school alias tanpa lewat college (tampil di NCAA). Kebintangan LeBron telah bersinar sejak berada di Akron, Ohio. Saat itu pula Carmelo yang jadi hak Denver Nuggets sedang bersinar di kampus Syracuse. Catatan poin LeBron pun sempat mengungguli Jordan, sang idola, di dua musim awal di NBA.

Nasib Dwyane Wade yang diambil Miami Heat lebih baik dibanding dua rookie seangkatannya itu. Wade mendapatkan tandem serasi, Shaquille O’Neal. Hubungan O’Neal dan Wade pun tampak mesra dibanding saat bersama Bryant di Lakers. O’Neal sukses membimbing Wade sekaligus mengasahnya menjadi tandem mematikan. Wade pun dibimbing oleh para veteran seperti Gary Payton, Antoine Walker, serta Alonzo Mourning. Tak ketinggalan peran sutradara bertangan dingin, Pat Riley di belakang sukses Heat jadi kampiun NBA 2005-2006.

Seusai membuktikan kapasitasnya musim lalu, Wade pun mulai disebut-sebut sebagai The New Jordan. Peluang kesana sangat besar baginya. Tak lain karena kepastian para veteran itu untuk tetap tinggal di Heat. Mungkin, predikat yang paling tetap bagi Wade untuk saat ini adalah “The New Jordan in The Making.”

Michael Jordan Tak tergantikan
Yah… menjadi pengganti MJ itu bagaikan mencari seorang pemain bola sekaliber Diego Maradona diatara 100 pemain tennis. Hampir sesuatu yang tidak mungkin. Banyak orang akhirnya sadar bahwa sosok pria yang baru saja kita baca kisahnya ini, tidak tergantikan. Ada beberapa pemain masa depan seperti yang saya ceritakan diatas, yang jago bermain basket, hebat dalam memasukkan bola, memenangkan setiap pertandingan. Namun apakah dia pengganti Michael Jordan? Menurut saya masih belum. Karena hal2 yang dilakukan oleh MJ sungguh luar biasa. Dia adalah pemimpin, dia juara, panutan, idola juga teladan bagi anak-anak, motivator, pubic figur yang mendunia, dan juga sebagai teman satu tim yang mengagumkan. Bagaimana pendapat anda?

* Ingin mendapatkan serial tulisan Michael Jordan sebelumnya dan foto-foto menarik MJ, silahkan klik http://www.best-camp.com

Salam Excellent,
Markus Tan

About mauritsalbert


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: